Sunday, May 19, 2019

FIELD TRIP GOA PINDUL DESA BEJIHARJO, KECAMATAN KARANGMOJO, KABUPATEN GUNUNGKIDUL


1.     SEJARAH GOA PINDUL
Goa Pindul
Sebelumnya adalah tempat mandi, cuci, mandi hewan yang kemudian ada pelatihan dari dinas pariwisata untuk program green and clean didesa. Pada 30 juli 2010 dimulailah pengelolaan desa wisata diawali dengan Studi banding ke beberapa desa dikabupaten Gunung Kidul. Untuk mewadahi masyarakat dalam suatu komunitas maka dibentuklah Pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang aktifitasnya hanya kerja bakti bersih-bersih kali dan goa. Ada 2 aliran sungai bermuara diembung goa pindul yang menjadi obyek wisata unggulan untuk dikembangkan.






2.     DAERAH WISATA GOA PINDUL
Kelompok Sadar Wisata Dewa Bejo
Perintisnya adalah bapak subagyo kemudian suratmin, tukijo dan pramuji direkrut untuk mengisi struktur organisasi. Modal awal pinjam dari pengelola ikan 3 juta untuk mengembangkan pokdarwis tersebut. Sekretariat didampingi PNPM untuk membuat unit-unit pelayanan kepada pengunjung/ wisatawan. Pegawai dinas pariwisata pak ali martono ikut mendampingin proses pengembangan desa wisata bejiharjo kemudian diberilah nama dewa bejo. Pak subagyo secara intens melobi kades dan bupati untuk melegalkan pokdarwis dewa bejo lewat perdes dan perbup. Proses berjalannya waktu dibuat koperasi mandiri dewa bejo untuk sarana pengembangan perekonomian berbasis koperasi simpan pinjam pada anggota dan digandenglah asuransi jasaraharja untuk menjamin ganti rugi bila ada kecelakaan atau korban jiwa saat menggunakan layanan wisata di goa pindul.
Berikut adalah struktur organisasi Pokdarwis Dewa Bejo:
Penasehat
Dukuh Gelaran 1
dan Dukuh Gelaran 2
Ketua
Subagyo
Sekretaris
Pramuji
Bendahara
Suratmin
Bidang Pemandu
Tukijo
Bidang Atraksi
Pariyo
Bidang Home stay
Dian P
Bidang keamanan
Sukarmanto
Bidang Humas
Rismanto
Bidang Konsumsi
Srini dan Tumirah

Goa Pindul yang letaknya di bawah gunung dengan air mengalir  di bawahnya pada akhirnya obyek wisata ini diresmikan dibuka oleh Bapak Bupati Gunungkidul --Sumpeno pada tanggal 10 Oktober 2010, bertepatan dengan FAM TOUR Pejabat Kabupaten Gunungkidul. Sejak peresmian ini, pemasaran Goa Pindul makin gencar dilakukan, baik melalui website, media sosial, dan jaringan travel pariwisata yang ada di Yogyakarta, serta media tradisional lainnya yakni dari mulut ke mulut.

3.     ARENA
Konflik Antara Elit Lokal VS Atik Damayanti
Membeli tanah dari pak ngaptyo sekitar 2 hektar diatas goa pindul. Tahun 2012 goa pindul ramai pengunjung barulah muncul niat bu atik untuk meminta bagi hasil 10-20 ribu atas layanan wisata goa pindul. Tetapi Dewa bejo grup keberatan untuk memberikan bagi hasil yang dinilai cukup besar dan memberatkan pengunjung. Bu atik Melaporkan pokdarwis dewa bejo kepolisi atas pemanfaatan air tanpa ijin dan polisi meningkatkan status pak subagyo menjadi tersangka. Belum puas dengan proses hokum dikepolisian, bu atik melaporkan ke kejaksaan atas delik korupsi. Pelanggaran yang dimaksud adalah adanya ketidaksesuaian pengelolaan dengan Perda No 6 tahun 2011 dan Perda No 13 tahun 2010. Laporan itu disampaikan beberapa orang. Antara lain, Koordinator Gunungkidul Corruption Watch, Dadang Iskandar, Ketua Taruna Wisata Moerdiana, dan pengacara Atiek sekaligus warga tersebut, yaitu M Rohmidi Sri Kusumo, serta sekitar tiga orang pendukung lainnya.Atik melalui M Siput dan Edi Purwanto meminta kepada tiga pengelola yakni Dewabejo, Wira Wisata dan Panca Wisata untuk menolak wacana pengelolaan Gua Pindul oleh Pemkab Gunungkidul.

Persaingan
Susunan struktur organisasi Pokdarwis Dewa Bejo ini juga dibantu oleh kurang lebih 60 relawan sebagai pemandu wisata. Relawan ini berada dalam gugus tugas dalam mekanisme pembagian kerja yang sistematis untuk pengelolaan wisata Goa Pindul. Begitu juga dengan struktur keorganisasian Pokdarwis lainnya seperti Wira Wisata yang diketuai oleh Haris. Kini Pokdawis yang terdapat di Goa Pindul dari yang semula hanya satu Pokdarwis, berkembang menjadi 3, yakni Dewa Bejo, Panca Wisata dan Wira Wisata dan akhirnya terus bermunculan menjadi 9 Pokdarwis yaitu dewa bejo, wira wisata, panca wisata, tunas wisata, karya wisata, mliwis putih, soko limo, gelaran indah, sumber banyu moto, taruna wisata (bubar). Mereka saling berebut para wisatawan yang sejauh ini masih dilakukan secara penuh rukun dan semangat untuk saling menjaga Goa Pindul .

Teori Elit
Vilfredo Pareto: setiap masyarakat selalu terbagi dalam 2 bagian yaitu elit/ penguasa yang jumlahnya sedikit dan massa yakni orang banyak yang dikuasai. Elit dibagi lagi kedalam 2 kelas yaitu elit yang memerintah dan elit yang tidak memerintah
Pokdarwis Dewa Bejo  adalah kelompok elit didalam dewa bejo grup yang terdiri dari dewa bejo, wira wisata, panca wisata, tunas wisata, karya wisata
Pokdarwis dewa bejo sebagai elit yang memerintah pokdarwis wira wisata, panca wisata, tunas wisata, karya wisata, mliwis putih, Soko limo, gelaran indah, sumber banyu moto mereka adalah elit yang diperintah dalam hal pembagian pengelolaan wisata goa pindul.

Kritik
Teori elit tidak sepenuhnya dapat menjelaskan fenomena kuasa kelompok elit di goa pindul seperti ada kuasa elit memerintah dengan modal ekonomi yang dimiliki dan posisi mereka tersembunyi dibalik layar.
Muncul juga elit individu yaitu Atik Damayanti yang dapat memerintah M Siput dan Edi Purwanto untuk meminta tiga pengelola yakni Dewabejo, Wira Wisata dan Panca Wisata untuk menolak wacana pengelolaan Gua Pindul oleh Pemkab Gunungkidul.

4.     NARASUMBER
Subagyo (Ketua Pokdarwis Dewa Bejo)
Pramuji (Sekretaris Pokdarwis Dewa Bejo
Tukijo ( Pemandu Pokdarwis Dewa Bejo)
Suratmin ( Bendahara Pokdarwis Dewa Bejo)
Titok (Peneliti IRE)
Rini (Pengunjung)

No comments:

Post a Comment