1. SEJARAH
GOA PINDUL
Goa Pindul
Sebelumnya adalah tempat mandi, cuci, mandi hewan
yang kemudian ada pelatihan dari dinas pariwisata untuk program green and clean
didesa. Pada 30 juli 2010 dimulailah pengelolaan desa wisata diawali dengan Studi
banding ke beberapa desa dikabupaten Gunung Kidul. Untuk mewadahi masyarakat
dalam suatu komunitas maka dibentuklah Pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang
aktifitasnya hanya kerja bakti bersih-bersih kali dan goa. Ada 2 aliran sungai
bermuara diembung goa pindul yang menjadi obyek wisata unggulan untuk
dikembangkan.
2. DAERAH WISATA GOA PINDUL
Kelompok Sadar Wisata
Dewa Bejo
Perintisnya adalah bapak subagyo kemudian suratmin, tukijo
dan pramuji direkrut untuk mengisi struktur organisasi. Modal awal pinjam dari
pengelola ikan 3 juta untuk mengembangkan pokdarwis tersebut. Sekretariat
didampingi PNPM untuk membuat unit-unit pelayanan kepada pengunjung/ wisatawan.
Pegawai dinas pariwisata pak ali martono ikut mendampingin proses pengembangan
desa wisata bejiharjo kemudian diberilah nama dewa bejo. Pak subagyo secara
intens melobi kades dan bupati untuk melegalkan pokdarwis dewa bejo lewat
perdes dan perbup. Proses berjalannya waktu dibuat koperasi mandiri dewa bejo
untuk sarana pengembangan perekonomian berbasis koperasi simpan pinjam pada
anggota dan digandenglah asuransi jasaraharja untuk menjamin ganti rugi bila
ada kecelakaan atau korban jiwa saat menggunakan layanan wisata di goa pindul.
Berikut
adalah struktur organisasi Pokdarwis Dewa Bejo:
|
Penasehat
|
Dukuh Gelaran 1
dan Dukuh Gelaran 2
|
|
Ketua
|
Subagyo
|
|
Sekretaris
|
Pramuji
|
|
Bendahara
|
Suratmin
|
|
Bidang Pemandu
|
Tukijo
|
|
Bidang Atraksi
|
Pariyo
|
|
Bidang Home stay
|
Dian P
|
|
Bidang keamanan
|
Sukarmanto
|
|
Bidang Humas
|
Rismanto
|
|
Bidang Konsumsi
|
Srini dan Tumirah
|
Goa Pindul yang letaknya di bawah gunung dengan air mengalir
di bawahnya pada akhirnya obyek wisata ini diresmikan dibuka oleh Bapak Bupati
Gunungkidul --Sumpeno pada tanggal 10 Oktober 2010, bertepatan dengan FAM
TOUR Pejabat Kabupaten Gunungkidul. Sejak peresmian ini, pemasaran Goa Pindul
makin gencar dilakukan, baik melalui website, media sosial, dan jaringan travel
pariwisata yang ada di Yogyakarta, serta media tradisional lainnya yakni dari
mulut ke mulut.
3. ARENA
Konflik Antara Elit Lokal
VS Atik Damayanti
Membeli tanah dari pak ngaptyo sekitar 2 hektar
diatas goa pindul. Tahun 2012 goa pindul ramai pengunjung barulah muncul niat
bu atik untuk meminta bagi hasil 10-20 ribu atas layanan wisata goa pindul.
Tetapi Dewa bejo grup keberatan untuk memberikan bagi hasil yang dinilai cukup
besar dan memberatkan pengunjung. Bu atik Melaporkan pokdarwis dewa bejo kepolisi
atas pemanfaatan air tanpa ijin dan polisi meningkatkan status pak subagyo
menjadi tersangka. Belum puas dengan proses hokum dikepolisian, bu atik melaporkan
ke kejaksaan atas delik korupsi. Pelanggaran yang dimaksud adalah adanya
ketidaksesuaian pengelolaan dengan Perda No 6 tahun 2011 dan Perda No 13 tahun
2010. Laporan itu disampaikan beberapa orang. Antara lain, Koordinator
Gunungkidul Corruption Watch, Dadang Iskandar, Ketua Taruna Wisata Moerdiana,
dan pengacara Atiek sekaligus warga tersebut, yaitu M Rohmidi Sri Kusumo, serta
sekitar tiga orang pendukung lainnya.Atik melalui M Siput dan Edi Purwanto
meminta kepada tiga pengelola yakni Dewabejo, Wira Wisata dan Panca Wisata
untuk menolak wacana pengelolaan Gua Pindul oleh Pemkab Gunungkidul.
Persaingan
Susunan struktur organisasi Pokdarwis Dewa Bejo ini
juga dibantu oleh kurang lebih 60 relawan sebagai pemandu wisata. Relawan ini
berada dalam gugus tugas dalam mekanisme pembagian kerja yang sistematis untuk
pengelolaan wisata Goa Pindul. Begitu juga dengan struktur keorganisasian
Pokdarwis lainnya seperti Wira Wisata yang diketuai oleh Haris. Kini Pokdawis
yang terdapat di Goa Pindul dari yang semula hanya satu Pokdarwis, berkembang
menjadi 3, yakni Dewa Bejo, Panca Wisata dan Wira Wisata dan akhirnya terus
bermunculan menjadi 9 Pokdarwis yaitu dewa bejo, wira wisata, panca wisata,
tunas wisata, karya wisata, mliwis putih, soko limo, gelaran indah, sumber
banyu moto, taruna wisata (bubar). Mereka saling berebut para wisatawan yang
sejauh ini masih dilakukan secara penuh rukun dan semangat untuk saling menjaga
Goa Pindul .
Teori Elit
Vilfredo Pareto: setiap masyarakat selalu terbagi
dalam 2 bagian yaitu elit/ penguasa yang jumlahnya sedikit dan massa yakni
orang banyak yang dikuasai. Elit dibagi lagi kedalam 2 kelas yaitu elit yang
memerintah dan elit yang tidak memerintah
Pokdarwis Dewa Bejo
adalah kelompok elit didalam dewa bejo grup yang terdiri dari dewa bejo,
wira wisata, panca wisata, tunas wisata, karya wisata
Pokdarwis dewa bejo sebagai elit yang memerintah
pokdarwis wira wisata, panca wisata, tunas wisata, karya wisata, mliwis putih,
Soko limo, gelaran indah, sumber banyu moto mereka adalah elit yang diperintah dalam
hal pembagian pengelolaan wisata goa pindul.
Kritik
Teori elit tidak sepenuhnya dapat menjelaskan
fenomena kuasa kelompok elit di goa pindul seperti ada kuasa elit memerintah
dengan modal ekonomi yang dimiliki dan posisi mereka tersembunyi dibalik layar.
Muncul juga elit individu yaitu Atik Damayanti yang
dapat memerintah M Siput dan Edi Purwanto untuk meminta tiga pengelola yakni
Dewabejo, Wira Wisata dan Panca Wisata untuk menolak wacana pengelolaan Gua
Pindul oleh Pemkab Gunungkidul.
4. NARASUMBER
Subagyo
(Ketua Pokdarwis Dewa Bejo)
Pramuji
(Sekretaris Pokdarwis Dewa Bejo
Tukijo
( Pemandu Pokdarwis Dewa Bejo)
Suratmin
( Bendahara Pokdarwis Dewa Bejo)
Titok
(Peneliti IRE)
Rini
(Pengunjung)
No comments:
Post a Comment